admin Abu Arsy al-Indunisy

Pengertian Gharar dan Benarkah Dilarang oleh Islam?

3 min read

Pengertian Gharar

DIARYISLAM.COM – Islam adalah agama yang mengatur segala hal, termasuk kegiatan jual beli. Dalam jual beli terdapat berbagai macam aturan yang harus dipatuhi oleh pihak penjual maupun pembeli. Islam mengatur perniagaan atau jual beli agar supaya tidak ada pihak yang dirugikan. Sebab tidak jarang kita temukan ada kecurangan dalam kegiatan jual beli, salah satunya adalah gharar. Lalu apa pengertian gharar sendiri?

Pengertian Gharar

Gharar berasal dari bahasa Arab dari kata Al-Khatr yang artinya pertaruhan. Dalam perniagaan gharar seringkali diartikan dengan sesuatu yang tidak jelas atau ketidakpastian. Artinya, jual-beli yang mengandung sesuatu yang tidak jelas tidak pasti. Padahal dalam jual beli kedua belah pihak yaitu penjual dan pembeli harus mengetahui mengenai barang yang di perdagangkan. Kalau ada cacat pada barang tentu penjual harus memberitahu pada pembeli. Karena jika tidak nantinya akan merugikan pihak si pembeli. Itulah alasan gharar haram dalam Islam.

Diharamkan bagi umat Islam mengambil harta milik orang lain menggunakan cara batil. Gharar sebagaimana yang kita tahu merupakan adalah cara batil. Dengan cara inilah penjual mencari keuntungan dengan cara yang haram, sebab caranya dapat merugikan orang lain dalam kasus ini adalah pembeli.

Hikmah Dibalik Pelarangan Gharar oleh Islam

Islam melarang umatnya melakukan perbuatan gharar karena memang bisa memberi akibat yang buruk. Gharar dilarang oleh Islam sebab ada beberapa akibat buruk yang ditimbulkan dari cara batil Ini. Contohnya adalah munculnya sikap permusuhan. Dikarenakan, salah satu pihak dirugikan saat pihak penjual tidak menjelaskan kekurangan barang dagangan, karena memang sengaja ditutupi. Sebagai pihak yang dirugikan karena ditipu tentu akan merasa marah dan kesal. Pertikaian dan permusuhan pun tidak bisa dihindari.

Jadi, pelarangan gharar adalah untuk menghindarkan permusuhan khususnya antara penjual dan pembeli. Selain itu, hikmah larangan gharar ialah untuk menjaga harta. Dengan begitu harta yang dimiliki tidak hilang akibat unsur yang tidak jelas atau tidak pasti dalam kegiatan jual beli.

Sangat penting untuk mengenal apa itu gharar. Mengingat kehidupan manusia tidak lepas dari kegiatan jual beli. Agar terciptanya kegiatan jual-beli yang sesuai syariat dan tidak merugikan siapapun baik penjual ataupun pembeli. Dalam jual-beli pun harus ada aturan yang harus ditaati. Islam sudah mengaturnya, tinggal kita mau menaati atau tidak.

Banyak permasalahan dalam jual beli yang disebabkan oleh hal-hal yang tidak jelas serta ada unsur perjudian di dalamnya. Oleh karena itulah gharar atau secara bahasa Arab berarti tidak jelas atau pertaruhan diharamkan oleh Islam. Dengan maksud agar supaya jual beli tidak mengakibatkan hal yang bisa memperkeruh rasa persaudaraan dan dan hilangnya harta secara sia-sia. Itulah pentingnya memahami dan mengetahui pengertian gharar.

Pengertian Gharar
Cryotorency Salah Satu Contoh Gharar

Jenis-jenis Gharar

Gharar dibedakan menjadi tiga macam :

  • Gharar Ma’dum
  • Gharar Majhul
  • Gharar yang Dibolehkan

Berikut ini adalah jenis gharar yang wajib Anda ketahui.

Gharar Ma’dum/Jual Beli Barang yang Belum Ada

Ma’dum memiliki arti belum ada. Gharar ma’dum adalah proses jual beli barang yang sebenarnya belum ada wujudnya. Misalnya saja jual beli janin hewan ternak, jual beli buah-buahan yang masih berupa bunga dipohon dan lain sebagainya. sebenarnya jual beli seperti itu sangat dilarang dalam ajaran islam. Tidak hanya merugikan satu pihak saja melainkan juga akan menimbulkan kerugian baik kepada penjual atau pembeli.

Gharar Majhul/Jual Beli Barang yang Tidak Jelas

Majhul artinya jual beli barang yang tidak jelas. Dalam kegiatan jual-beli, sifat barang yang dijual atau dibeli harus jelas. Barang yang tidak dijelaskan saat dijual tidak diperbolehkan oleh Islam dan termasuk dalam jual beli barang gharar. Harusnya transaksi jual beli dapat memberi keuntungan bagi kedua pihak penjual dan pembeli. Gharar majhul dilarang karena hanya akan menguntungkan satu pihak saja dan merugikan pihak lain.

Contoh Gharar Majhul adalah Saat seseorang mengatakan barang ini dijual dengan harga Rp 10.000., tetapi pihak penjual tidak menyertakan info yang jelas barang yang dijual tersebut. Seseorang menjual tanah namun dia tidak menyertakan info yang jelas mengenai ukuran atau lokasinya, hanya menyebut jumlah harganya saja. Proses jual-beli semacam itu tentu dilarang oleh Islam. Karena dalam transaksi jual beli haruslah disertai info sejelas-jelasnya dari barang yang akan dijual.

Jual Beli Barang yang Tidak Bisa Dapat Diserahterimakan

Transaksi jual beli yang baik salah satunya ialah harus ada barang yang jelas. Pengertian gharar ini adalah ketika menjual barang yang tidak bisa secara langsung diserahterimakan kepada pembeli. Contoh dari gharar ini yaitu saat seseorang menjual mobil yang dicuri atau menjual budak yang kabur. Ingat, transaksi yang baik adalah ketika seseorang bisa melaksanakan serah terima barang secara langsung antara penjual dan pembeli. Barangnya juga jelas dan pembeli bisa melihat wujud dari barang tersebut.

Jual Beli Barang yang Harga Tidak Jelas

Jual beli gharar lainnya adalah ketidakjelasan harga pada barang yang dijual. Contohnya, ketika seorang penjual menawarkan barang dagangannya dengan harga cash 5 juta rupiah dan 2 juta rupiah jika diangsur, tanpa memberi kejelasan pada penentuan salah satu jenis pembayarannya.

Jenis-jenis transaksi jual beli diatas termasuk jual beli gharar. Jual beli tersebut tidak ada kejelasan pada wujud barang, sifat barang maupun harga barang yang dijual. Transaksi jual beli gharar diibaratkan seperti membeli kucing dalam karung. Jual beli semacam ini tidak diperbolehkan Karena akan menyebabkan kerugian pada salah satu pihak atau kedua belah pihak.

Pengertian Gharar dan Benarkah Dilarang oleh Islam?
Pengertian Gharar

Gharar yang Dibolehkan

Sebagian besar ulama sepakat bahwa dilihat dari pengertian gharar, perbuatan ini adalah sesuatu yang dilarang. Tetapi ada jual beli gharar yang dibolehkan yang dibolehkan ulama. Diperbolehkannya jual beli gharar disebabkan oleh beberapa kondisi dan faktor yang membuat gharar boleh dilakukan.

Contoh jual beli gharar yang diperbolehkan yaitu

ketika seseorang menjual rumahnya beserta dengan pondasinya. Jual beli rumah dengan pondasinya termasuk gharar, sebab ukuran maupun jenisnya tidak bisa diketahui oleh pembeli. Tetapi para ulama berpendapat bahwa ini dibolehkan sebab rumah dan pondasi tidak bisa dipisahkan.

Jenis Gharar yang Masih Diperdebatkan

Ada juga jenis gharar yang sampai saat ini masih diperdebatkan atau diperselisihkan di kalangan ulama. Gharar yang masih diperdebatkan yaitu jual beli barang yang masih terpendam dalam tanah, contohnya kacang tanah, bawang, wortel, kentang, dan lain-lain. Bagi madzhab Maliki, gharar ini hukumnya termasuk ringan. Sedangkan bagi pengikut Mazhab Syafi’i dan Hanafi menghukumi gharar ini sebagai sesuatu yang haram dilakukan di jual beli.

Aturan dalam hukum jual beli wajib disarankan untuk selalu dijalankan khususnya oleh umat Islam. Hindari perbuatan atau sistem dalam jual beli yang tidak diperbolehkan oleh Islam. Seperti pengertian gharar yang memiliki arti tidak jelas. Jual beli gharar merupakan proses jual beli yang diharamkan sekaligus dilarang sebab banyak kerugian yang akan ditimbulkan.

admin Abu Arsy al-Indunisy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!