admin Abu Arsy al-Indunisy

Hukum Pacaran dalam Agama Islam

3 min read

Hukum Pacaran dalam Agama Islam

DIARYISLAM.COM – Pacaran sudah menjadi hal yang biasa di kehidupan masyarakat kita. Jika kita melihat dari sisi agama Islam, pacaran sebenarnya merupakan perbuatan yang mendekati zina. Zina seperti diterangkan di dalam Al Quran dan hadits adalah salah satu dosa besar yang tidak terampuni. Hukum pacaran dalam agama Islam bisa diketahui melalui riwayat hadis maupun ayat di dalam kitab suci Al-Qur’an.

Pacaran Dilarang Agama Islam Karena Alasan Ini

Islam mengharamkan pacaran tentu ada alasan yang kuat. Bukankah kita sebagai umat Islam harus mengikuti aturan serta syariat yang telah ditetapkan agama? Tugas kita hanya patuh dan menjauhi perbuatan maksiat ini.

Ada Beberapa Alasan Mengapa Islam Melarang Pacaran.

1. Merupakan Perbuatan Zina

Pacaran adalah perbuatan yang bisa mendekatkan kepada zina. Allah tidak akan mengampuni dosa zina. Dosa zina adalah salah satu dari dosa besar yang bisa menjerumuskan pelakunya ke neraka serta tidak akan mendapat ampunan dari Allah. Allah mengatakan dalam salah satu ayat bahwa zina adalah perbuatan kotor dan jalan yng paling jelek. Allah mengingatkan kepada manusia agar menjauhi zina.

Hubungan pacaran merupakan hubungan antara laki-laki dan perempuan yang tidak diikat secara syariat agama. Pacaran lebih banyak memberikan mudhorot daripada manfaat. Syetan akan selalu membisikkan kepada pasangan yang berpacaran dan mengarahkan ke perbuatan zina.

Hukum Pacaran dalam Agama Islam
Pacaran Dilarang Agama

2. Mengundang Kemarahan Allah

Allah akan memarahi mereka yang melanggar aturan yang telah ditetapkanNya dalam syariat Islam. Termasuk melakukan perbuatan yang mengarah kepada zina yaitu pacaran. Pacaran akan membuka banyak peluang untuk melakukan zina. Zina terdiri dari beberapa jenis yaitu zina mata, zina pikiran, zina telinga, zina tangan, dan zina lidah.

Jenis-jenis zina tersebut berpotensi unduh direalisasikan menjadi zina kemaluan. Apapun jenis zinanya, hukum pacaran dalam agama Islam tetaplah dosa dan haram apabila dilakukan oleh seorang muslim. Jika sudah mendapat kemarahan dari Allah maka pintu tobat sulit terbuka, sebab Allah tidak akan menunjukkan dan membukakan hati menuju ke jalan yang benar.

3. Membangkitkan Syahwat

Mustahil jika dalam berpacaran tidak bertatapan, berdua-duaan, saling bercengkrama tanpa ada orang lain disekitarnya, atau bahkan saling berpegangan tangan. Sebagai manusia normal pasti hal-hal tersebut bisa membangkitkan syahwat. Sah-sah saja apabila syahwat disalurkan kepada pasangannya asalkan sudah dalam ikatan pernikahan. Yang jadi masalah adalah bahwa pacaran merupakan hubungan yang tidak diikat secara syariat. Pacaran dapat membangkitkan syahwat sehingga seseorang akan berdosa jika mengalami hal tersebut.

4. Menyia-nyiakan Waktu

Waktu yang tidak lama di dunia ini harus telah digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat dan untuk kebaikan. Manusia akan merugi baik di dunia dan di akhirat jika di masa hidupnya tidak menggunakan waktu dengan sebaik mungkin. Kita bisa menggunakan waktu hidup di dunia untuk beribadah dan berbuat baik serta beramar ma’ruf nahi munkar. Itulah yang agama perintahkan kepada umatnya.

5. Merusak Pergaulan Sosial

Pergaulan yang baik adalah pergaulan yang tidak menimbulkan syahwat dan nafsu. Meskipun ada tapi sebisa mungkin harus dihindari pergaulan yang seperti itu. Pacaran adalah salah satu contoh nyata pergaulan yang bisa menimbulkan syahwat. Di dalam Islam sendiri dilarang seorang laki-laki dan seorang perempuan saling berduaan atau menjalani sebuah hubungan yang tidak sah.

Terlalu besar resiko yang diakibatkan oleh hubungan pacaran. Selain akan mendapat azab dari Allah dan juga dosa, pacaran juga bisa mengakibatkan hamil diluar nikah. Sudah banyak kasus seperti ini terjadi. Penyebabnya tak lain adalah karena pacaran. Pacaran dilarang Islam sebab pacaran memberikan kemudhorotan yang besar. Pergaulan sosial juga akan semakin kacau, khususnya di kalangan anak muda.

6. Menghambat Turunnya Rezeki

Seseorang yang melanggar syariat Islam tentu akan mendapat dosa. Selain dosa, orang yang melakukan perbuatan yang dilarang Allah tidak akan mendapat rahmat dan rezeki. Pacaran adalah satu perbuatan yang dilarang oleh Allah. Orang yang melakukan pacaran tidak akan mendapat rahmat serta rezeki dari Allah juga terhambat. Jika tidak ingin mendapat maka Allah serta terhambat turunnya rezeki serta rahmat dari Allah hendaknya jauhi pacaran. Pacaran hanya akan mendekatkan kita kepada dosa besar seperti zina.

7. Dapat Azab dari Allah

Barangsiapa melakukan zina, maka seseorang akan mendapat laknat dan azab dari Allah. Pacaran sebagai jalan menuju zina bisa menjadi penyebab seseorang terkena azab yang kekal. Allah tidak akan mengangkat orang yang melakukan zina dari siksaan dan azabNya. Kecuali, orang tersebut bertaubat dan memohon ampun atas perbuatannya kepada Allah.

8. Tidak Boleh Pacaran Adalah Perintah Allah

Hukum pacaran dalam agama Islam tidak diperbolehkan atau dilarang karena akan mengakibatkan dosa bukanlah hasil keputusan dari majelis, perseorangan ataupun lembaga tertentu yang mengurusi Islam saja. Sebab ada dasar yang lebih kuat yang menyimpulkan bahwa pacaran hukumnya haram menurut Islam, yaitu dari Quran dan hadits.

Kedua sumber itu bukan berasal dari hukum yang dibuat oleh manusia tetapi langsung dari Allah dan disampaikan oleh seorang Rasulullah Saw. Makalah, bisa disimpulkan bahwa pacaran dilarang itu adalah dari Allah sendiri.

Hukum Pacaran dalam Agama Islam dan Dalilnya

9. Zina adalah Perbuatan Keji

Di salah satu ayat Alquran disebutkan bahwa Allah melarang kita untuk mendekati zina, karena perbuatan zina adalah perbuatan yang keji. Peringatan dari Allah itu hendaknya menjadi di himbauan bagi manusia agar tidak melakukan perbuatan pacaran. Sebab pacaran adalah salah satu perkara yang bisa membawa manusia dekat kepada zina. Jadi, sudah jelas bahwa hukum pacaran dalam agama Islam adalah tidak diperbolehkan atau dilarang.

10. Tundukkan Pandangan!

Seorang laki-laki hendaknya menundukkan pandangan terhadap perempuan yang bukan muhrimnya. Sama halnya dengan seorang perempuan harus menundukkan pandangannya atau menjaga pandangannya dari laki-laki yang bukan muhrimnya.

Tahukah Anda jika zina itu berawal dari pandangan kepada lawan jenis? Pandangan akan membangkitkan syahwat dan syahwat bisa membawa ke perbuatan zina. Jadi Allah memerintahkan kepada umat Islam khususnya agar menjaga pandangannya dari lawan jenis yang bukan muhrimnya.

Kita bisa menjaga pandangan kita terhadap lawan jenis jika kita bisa menghindari cara-cara yang bisa mengarah ke perbuatan tersebut. Salah satunya adalah dengan menjauhi pacaran.

11. Wanita Wajib Menutup Aurat

Allah memerintahkan agar wanita menutup auratnya itu wajib diketahui bahwa aurat wanita adalah seluruh tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan. Di samping itu itu wanita juga harus menjaga pandangan, suara, dan perilakunya.

12. Dilarang Berduaan dengan Lawan Jenis

Dilarang untuk berduaan dengan lawan jenis yang bukan muhrimnya, karena yang ketiga adalah setan. Setan akan terus menggoda mereka untuk melakukan perbuatan yang dilarang syariat agama.

13. Dilarang Saling Menyentuh dengan Lawan Jenis

Menyentuh secara langsung dan sengaja kepada lawan jenis yang bukan merupakan berikutnya adalah sesuatu yang dilarang dalam Islam. Menyentuh lawan jenis yang bukan mahram bisa menimbulkan syahwat yang haram. Dan yang pasti ini bisa mengakibatkan seseorang jatuh kedalam berzina. Naudzubillah min dzalik.

Jadi, hukum pacaran dalam Islam adalah haram dilakukan oleh umat muslim. Allah bahkan dengan tegas memperingatkan kepada manusia agar menjauh dari hal-hal yang bisa mendekatkan kepada zina. Allah tidak akan mengampuni seseorang yang melakukan perbuatan zina. Semoga bermanfaat

admin Abu Arsy al-Indunisy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!