admin Abu Arsy al-Indunisy

Hukum Istri Minta Cerai Dalam Islam

3 min read

sebab-sebab fasakh

DIARYISLAM.COM – Pernah mendengar Hukum Istri Minta Cerai dalam Islam? Membina keluarga yang harmonis dan sakinah adalah impian setiap orang. Namun tak sedikit yang ternyata tidak sesuai harapan. Misalnya saja seperti keluarga yang tidak bisa menjadi keluarga yang utuh selamanya. Disebabkan oleh adanya konflik yang berujung perceraian.

Umumnya perceraian disebabkan karena masalah yang dihadapi oleh sebuah pasangan tidak menemukan solusi. Tapi bagaimana jika istri yang meminta cerai kepada suaminya? Bagaimana hukum istri minta cerai dalam Islam itu sendiri apakah ada?

Definisi Minta Cerai

Perceraian bisa terjadi apabila salah satu dari suami apa istri menggugat cerai pasangan. Lalu apa definisi minta cerai itu sendiri? Minta cerai adalah ketika istri mengajukan gugatan cerai.

Gugatan cerai tersebut selanjutnya diteruskan ke pengadilan, pengadilan bisa saja menyetujui atau menolak permintaan cerai tersebut.

Kalau permintaan atau gugatan cerai yang diajukan oleh istri ternyata disetujui pengadilan, maka pengadilan akan memaksa suami agar menjatuhkan talak.

Hukum Minta Cerai dalam Islam

Minta cerai atau gugat cerai biasanya diajukan oleh pihak istri. Tapi apakah Islam membolehkan seorang istri menggugat cerai suaminya?

Melihat banyaknya kasus gugat cerai yang di limpahkan oleh istri kepada suami mereka, sangat penting untuk mengetahui hukum Islam dalam masalah kasus perceraian. Karena jika tidak tahu maka seorang istri yang meminta cerai dari suaminya bisa menyalahi aturan syariat yang berujung pada perbuatan dosa.

Minta cerai dalam Islam terdapat dua istilah yaitu fasakh dan khulu.

  • Fasakh yaitu putusnya hubungan antara suami dan istri dari ikatan pernikahan di mana pihak istri mengembalikan mahar atau harta suami.
  • Khulu yaitu pihak istri mengembalikan mahar atau harta milik suami ketika memutuskan untuk menggugat cerai suaminya.

Dalam Islam seorang istri bisa mengajukan gugat cerai jika memiliki alasan-alasan yang dibenarkan oleh syariat agama. Seorang istri yang tidak memiliki alasan kuat untuk menggugat cerai suaminya maka Allah tidak akan memperkenankan ia mencium bau surga.

Allah mengharamkan bagi siapa saja wanita yang menggugat cerai suaminya tanpa didasari alasan yang dibenarkan oleh Islam.

Jadi bisa disimpulkan bahwa hukum istri minta cerai dalam Islam adalah diperbolehkan. Dengan catatan gugatan cerai yang dilayangkan oleh istri kepada suaminya memiliki alasan. Apabila tidak ada alasan maka haram baginya untuk masuk surga.

Hukum Istri Minta Cerai dalam Islam
Hukum Istri Minta Cerai dalam Islam

Alasan-alasan yang Membolehkan Istri Minta Cerai dalam Islam

Sudah jelas bahwa hukum gugat cerai menurut Islam adalah diperbolehkan. Namun ada syarat tertentu yang menjadi alasan seorang istri bisa mengajukan permintaan cerai dari suaminya. Alasan-alasan tersebut harus sesuai dengan syariat Islam yang mana jika tidak memiliki alasan itu maka istri tidak bisa minta cerai dari suaminya.

Berikut adalah beberapa alasan istri minta cerai sesuai hukum Islam :

1. Istri Mendapat Perlakuan Kejam

Maraknya kasus KDRT atau kekerasan dalam rumah tangga membuat pihak istri seringkali menjadi korban dari perlakuan kasar suaminya. Alasan ini bisa dijadikan oleh istri sebagai syarat untuk minta cerai dari suaminya. Dilihat dari sudut pandang hukum Islam, seorang istri bisa minta cerai dari suaminya dengan alasan tersebut.

Cerai adalah solusi terbaik dalam menyelesaikan masalah kekerasan dalam rumah tangga jika tidak ada cara lain yang bisa menghindarkan dari perceraian. Berbeda jika suami mau merubah sikap dan perilakunya kepada istrinya. Gugat cerai bisa ditangguhkan oleh pihak istri.

2. Istri Dibenci Suami

Siapa saja jika tidak lagi dicintai oleh pasangannya pasti hidupnya tidak akan merasa bahagia, begitu juga dengan istri yang tidak dicintai dan juga dibenci oleh suaminya. Istrinya bisa minta cerai dengan mengajukan gugat cerai ke pengadilan.

Cara ini bisa digunakan ketika sang istri sudah merasa tidak betah lagi hidup bersama pasangannya dan suami enggan untuk menceraikan dirinya. Alasan ini diperbolehkan dalam hukum istri minta cerai dalam Islam sebagai cara untuk minta cerai dari suami.

3. Suami Melanggar Syari’at Agama

Ketika sudah menjalani kehidupan rumah tangga hendaknya setiap pasangan saling mengajak untuk melaksanakan perintah agama serta menjauhi larangan yang telah ditentukan. Rumah tangga yang sakinah tidak akan bisa dicapai tanpa ridho dari Allah. Dan untuk mendapatkan ridha Allah maka tiap pasangan khususnya suami dan istri harus selalu konsisten dalam beribadah. Tujuannya adalah agar Allah menyayangi mereka dan menjadikan rumah tangganya sakinah.

Hukum Istri Minta Cerai Dalam Islam
Katantuan Cerai

4. Istri Tidak Mendapat Nafkah

Tugas utama suami ialah memberi nafkah kepada keluarganya.

Ada pernyataan, “Uang suami adalah uang istrinya, sedangkan uang istri adalah uang miliknya sendiri”.

Pernyataan tersebut memang benar adanya. Wajib hukumnya seorang suami memberi nafkah kepada istri dan anak-anaknya. Apabila kewajiban tersebut tidak dilaksanakan oleh seorang suami maka dia berdosa.

Apabila seorang istri tidak mendapat nafkah dari suaminya selama 3 bulan berturut-turut maka ia bisa mengajukan gugat cerai. Seorang Istri bisa minta cerai dari suaminya dengan alasan ini. Sebab suami telah melanggar kewajiban yang telah ditentukan oleh hukum Islam.

5. Kebutuhan Biologis Istri Tidak Terpenuhi

Seorang istri tidak hanya dinafkahi secara materi saja tetapi juga kebutuhan biologisnya juga harus dipenuhi. Kebutuhan biologis yaitu kebutuhan berhubungan seksual. Namun apabila suami tidak bisa memenuhinya maka istri bisa minta cerai darinya. Hal ini sudah sesuai dengan alasan istri minta cerai dalam hukum Islam.

Ada banyak penyebab mengapa suami tidak bisa memenuhi kebutuhan biologis istrinya. Sebut saja seperti suami tidak melakukan hubungan intim dengan istrinya karena justru dia berhubungan dengan wanita lainnya. Atau bisa juga penyebabnya adalah suami memiliki penyakit yang membuatnya tidak bisa melakukan hubungan seksual.

6. Suami Tidak Diketahui Keberadaannya

Banyak kasus yang terjadi di Indonesia seorang istri ditinggal pergi entah kemana oleh suaminya. dan istrinya tersebut tidak mengetahui secara jelas keberadaannya bahkan tidak pernah lagi diberi nafkah. Dalam kasus ini apakah seorang istri bisa mengajukan cerai ke pengadilan terkait keberadaan suaminya yang tidak jelas.

Dilihat dari kacamata hukum istri minta cerai dalam Islam ternyata seorang istri diperbolehkan untuk menggugat cerai suaminya karena keberadaan suaminya tidak diketahui. Kasus semacam ini merupakan contoh nyata seorang suami yang tidak mau bertanggung jawab kepada keluarganya. Maka Islam pun membolehkan istri untuk minta cerai.

7. Tidak Ada Rasa Suka dari Istri kepada Suami dan Takut Melakukan Kekufuran

Istri yang memiliki rasa tidak suka kepada suaminya dan apabila dia tidak menceraikannya lalu membuat dia melakukan kekufuran maka dia diperbolehkan untuk menggugat cerai suaminya. Dengan syarat dia harus mengembalikan mahar atau harta suaminya yang telah ah diberikan kepadanya dulu.

Hukum istri minta cerai dalam Islam diperbolehkan dengan syarat istri memiliki alasan-alasan dan yang dibenarkan oleh Islam. Seorang istri tidak bisa minta cerai jika tidak memiliki alasan-alasan yang jelas. Allah tidak akan mengijinkannya mencium bau surga bagi istri yang secara sembarangan minta cerai.

admin Abu Arsy al-Indunisy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!